Jumat, 04 November 2016

 masa smk masa yang gokil



1. Cerita Lucu Anak SMK yang Suka Menyontek

Setelah ujian nasional berakhir, orang tua Gareng dipanggil oleh Kepala Sekolah, Karena si Gareng dicurigai telah mencontek jawaban si Oneng
Kepala Sekolah: “Pak tolong Gareng dididik agar tidak suka mencontek saat ujian. Ini Gareng mencontek jawaban si Oneng”
Ortu Gareng: “Anak saya itu pintar, ga pernah mencontek sama sekali, mana buktinya, Bapak jangan mengada-ada.”
Kepala Sekolah: “Ini buktinya, soal nomer 1, siapa pahlawan dari aceh? Oneng menjawab Cut Nyak Dien dan Gareng menjawab sama.”
Ortu Gareng: “Ah itukan memang jawabannya yang sama.”
Kepala Sekolah: “Tapi di soal nomor 2, Siapa yang membunuh Ken Arok? Oneng menjawab “Tidak tahu” dan Gareng menjawab “Apalagi gue, Nggak tau sama sekali””
Ortu Gareng: “#@#$%!@(”


2. Cerita Lucu Anak SMK: Makanan Bergizi

Dalam sebuah percakapan antara siswa SMK kelas XI dan XII, mereka berdebat tentang jenis – jenis makanan yang sehat,
Aidar : “Ayo, makanan apa yang sehat?”
Agus : “Ya makanan bergizi.”
Aidar : “Ya, apa makanan bergizi itu?”
Agus : “ODOL.”
Aidar : “Lho koq bisa ODOL kak!”
Agus : “Sebab makanan bergizi itu kan maksudnya adalah makanan yang Berguna untuk Gigi dan dari sikat, itu namanya ODOL.”


3. Cerita Lucu Anak SMK: Lawan Kata

Kelas yang tadinya ribut, kini menjadi sunyi-senyap setelah guru Bahasa Indonesia yang paling ditakuti itu masuk ke dalam ruang kelas. Wajahnya garang seperti hendak menerkam wajah mangsanya.
Murid-murid: “Selamat pagi, Bu guru!”
Bu guru: (Dengan suara melengking) “Mengapa bilang selamat pagi saja, kalau
begitu siang, sore, dan malam kalian mendoakan saya tidak selamat, ya?”
Murid-murid: “Selamat pagi, siang, sore, dan malam Bu guru.”
Bu guru: “Kenapa panjang sekali? Tidak pernah orang mengucapkan selamat
seperti itu!”
Murid-murid: “*^%)$^&#@?”
Bu guru: “Katakan saja selamat sejahtera, kan lebih bagus didengar dan penuh makna? Lagipula ucapan itu meliputi semua masa dan keadaan.”
Murid-murid: “Selamat sejahtera Bu guru!”
Bu guru: “Sama-sama, duduk! Dengar baik-baik! Hari ini, saya mau menguji
kalian semua tentang lawan kata atau antonim kata. Kalau saya sebutkan
perkataannya, kamu semua harus cepat menjawabnya dengan lawan katanya,
mengerti!”
Murid-murid: “Mengerti Bu guru.”
Guru: “Pandai!”
Murid-murid: “Bodoh!”
Guru: “Tinggi!”
Murid-murid: “Rendah!”
Guru: “Jauh!”
Murid-murid: “Dekat!”
Guru: “Berjaya!”
Murid-murid: “Menang!”
Guru: “Salah itu!”
Murid-murid: “Benar ini!”
Guru: (GERAM) “Bodoh!”
Murid-murid: “Pandai!”
Guru: “Bukan!”
Murid-murid: “YA!”
Guru: (Mulai pusing) “Oh Tuhan!”
Murid-murid: “Ya hamba!”
Guru: “Dengar ini.”
Murid-murid: “Jangan dengar itu.”
Guru: “Diam!”
Murid-murid: “Ribut!”
Guru: “Itu bukan pertanyaan, bodoh!”
Murid-murid: “Ini adalah jawaban, pandai!”
Guru: “Mati aku!”
Murid-murid: “HIDUP kami!”
Guru: “Saya rotan baru tau rasa!”
Murid-murid: “Kita akar lama tak tau rasa!”
Guru: “Malas aku ngajar kalian!”
Murid-murid: “Rajin kami belajar Bu guru.”
Guru: “Kalian gila semua!”
Murid-murid: “Kami waras sebagian.”
Guru: “Cukup, cukup!”
Murid-murid: “Kurang, kurang!”
Guru: “Sudah, sudah!”
Murid-murid: “Belum, belum!”
Guru: “Mengapa kalian semua bodoh sekali?”
Murid-murid: “Sebab saya seorang pandai.”
Guru: “Oh! Melawan ya!”
Murid-murid: “Ho! Mengalah tidak?”
Guru: “Kurang ajar!”
Murid-murid: “Cukup ajar.”
Guru: “Habis aku.”
Murid-murid: “Kekal kamu!”
Guru: (Putus asa) “OK. Pelajaran sudah habis!”
Murid-murid: “KO. Permainan belum mulai!”
Guru: “Sudah, BODOH!”
Murid-murid: “Belum, pandai!”
Guru: “Berdiri!”
Murid-murid: “Duduk!”
Guru: “Bego kalian ini!”
Murid-murid: “Cerdik kami itu!”
Guru: “RUSAK!”
Murid-murid: “Baik.”
Guru: (STRESS) “Kamu semua ditahan siang hari ini!”
Murid-murid: “Kami dilepaskan tengah malam itu!”
Guru: (Muka merah padam dan tanpa bicara lagi mengambil buku-bukunya dan keluar ruangan).
Murid-murid: (Bangga karena mereka merasa dapat menjawab semua
pertanyaan tadi).

1 komentar: